YES IS NOT THE SAME WITH NO
Pernah gak sih lo ketemu orang yang ngajakin ini itu, menyusun rencana ini itu, dia sebagai penyusun rencana dan yang paling antusias untuk ngajakin, kemudian ketika hari H tiba, lo dapet kabar dari dia kalau dia batalin semuanya dengan alasan apa aja yang menurut dia lebih penting dari segalanya. Atau gak orang yang kita ajakin kemana gitu, dianya bilang iya, ayo aja, kemudian dengan seenak jidat ketika tiba waktunya, dia bilang ‘tidak bisa’ dengan alasan apa aja yang menurut dia lebih penting daripada segalanya, macam dia mau nyelametin dunia dari monster yang bakal membelah bumi jadi dua.
I felt like, WTF?!!!
Gue tahu memang setiap orang punya prioritas masing-masing terhadap sesuatu. When that situation happened on me, when it happened for one time, I don’t mind. When it happened (again) for the second, I don’t mind. However, when it happens all the time, like over and over again and I see a fucking pattern on it, fuck you! Go fuck yourself like you literally fuck your shoes or your pillow in your room or whatsoever.
Rata-rata orang indo memang terbiasa ngerasa ‘nggak enakan’ kali ya. Ketika ada orang yang ngajakin sesuatu, sebenarnya dia tidak terlalu suka atau ingin, dan dia ngerasa nggak enak, kemudian dia ngasi janji manis semacam “liat ntar ya” atau “yaudah” atau semacamnya, karena dia tahu akan lebih gampang bagi dia buat ngomong ‘gak bisa’ nantinya, dengan sebuah alasan yang kira-kira setara dengan nyelametin dunia dari monster, nanti, bukan saat itu juga. Lebih menyakitkan lagi kalau alasannya “gue ada urusan sama temen” dengan kata lain “emang rencana kita selama ini bukan urusan dan gue bukan temen lo? WTF?!!!”.
You’d better know there will be no “next time”, or let me say it again there will be no “another fucking next time” with you huh!
I write this because I’ve been sick to these kind of people, I’m not a hater to you because of it (but if you think I am, let’s say yes to it, though). I’m just wanna wake you up for this fucking way of thinking. Here is the thing; “If you think you don’t like to something, or you don’t want to do something, just saying NO to it, right away!”. When you say YES and it’s actually bullshit because you feel ‘nggak enak’, please don’t do that. It’s been always ended up in a bad situation when the bullshit come over. Gak perlu ngerasa nggak enak, jawaban ‘tidak’ sebenarnya lebih bisa diapresiasi dari pada seribu alasan kebohongan di akhir, it’s just really disappointing, you know. Kalau memang sudah sama-sama tahu karena alasannya gak suka, atau gak bisa, ya mau diapain lagi ya kan. Ngomong enggak kalau memang enggak itu bukan suatu kesalahan. Malah salahnya itu adalah iya tapi pada akhirnya jadi enggak!
Sometimes telling the truth sounds hurt but still, that’s the truth. Face it.
Again, everyone has their own priority I know. But we all need to know that once the plan has made, there are some other priority(s) that has to be sacrificed too, in the two sides. That’s close to selfish. And being such a person who repeatedly disappointing, I don’t think it’s a good choice. For the ones who got friends or colleagues with those kind of behavior, don’t you think they don’t deserve your priority? For me, I got some, and I’ll keep saying there will be no “next time”, no more!
Bye now and cheers!