SELF MOTIVATION
A wise man once said;
“Whether you’re an amateur or a professional, always set deadline for your creative work. Deadline gives a necessary pressure, a timeline for ideas to pace with.“
I agree with the statement, Dewi Lestari said that. Bukan karena saya terlalu mengagumi Dewi Lestari—atau perempuan yang kerap disapa Dee—namun karena pernyataannya tersebut cukup memotivasi saya dan sebagian banyak orang. Dee has been inspiring me since I read her first book, wanita super dengan karya-karyanya yang kebanyakan berupa tulisan, baik buku, artikel atau sekedar statement mini versi twitter post. She has written some music lyrics too, and it’s all great.
***
Saya banyak menemui teman atau kolega yang merasa salah jurusan di bidang pekerjaan yang mereka tekuni. Dan kebanyakan semua berawal dari salah memilih jurusan di bangku kuliah. Pada akhirnya, dari beberapa orang yang mempunyai ‘mental‘, mereka berani keluar dari ‘jurang yang menyesatkan‘ dan memilih untuk memulai kembali dari awal. Semua itu tidak gampang tetapi jika sudah berjalan dan terlihat hasilnya, sungguh hal tersebut sangat mudah untuk membuat orang lain merasa iri hati.
Bekerja di bidang yang sesuai dengan passion kita memang akan sangat menyenangkan. Tetapi, sebelum menuju ke arah itu, apakah kita tahu betul, apa passion kita sebenarnya. Untuk mengetahui passion yang pas buat kita, terkadang bisa memakan waktu yang cukup lama, butuh perjalanan untuk menuju kesana. Pada dasarnya semua perjalanan berawal dari dini. Tetapi tidak selalu hal-hal yang kita alami sejak kecil menjadi pengaruh kita dalam menentukan apa passion kita pada akhirnya. People change, but not too change, sometimes.
Saya punya teman kuliah, sewaktu jaman kuliah saya rasa dia cukup pintar di bidang perkuliahan yang kami ambil. Tetapi, sepertinya dia bukan tipikal mahasiswa yang siap untuk kuliah-nugas-kuliah-ujian-tidur-kuliah. Saya sering tidak melihat dia hadir di kelas, namun pada faktanya saat ini dia bisa dibilang sukses dengan komunitas fotografi yang cukup besar di Indonesia, setelah dia memutuskan untuk keluar dari ‘jerat hidup salah jurusan di bangku kuliah.’
Saya sendiri saat ini jujur masih belum menemukan apa passion saya. Saya pernah ingin menjadi penulis beberapa tahun terakhir karena saya mulai senang membaca buku. Sepertinya menjadi penulis merupakan perkerjaan yang mudah, dan fancy. Dan karena saya sendiri sudah terlanjur bekerja di bidang yang bukan penulis, kadang saya ingin benar-benar keluar dari apa yang saya geluti saat ini. Namun ternyata memang hal tersebut tidak mudah. I’m not saying that my job is the thing that i really hate right now. I’m pretty comfortable with my current job. Tapi sepertinya akan sangat menyenangkan menekuni apa yang kita suka setiap harinya, bukan? Dan menurut saya masih banyak yang harus dipelajari, dikerjakan, dijalani, dikorbankan, untuk menuju ke sana.
Menulis di blog mungkin bisa menjadi solusi kecil bagi saya saat ini. Belajar menuangkan apa yang ada di pikiran saya dalam bentuk tulisan. Memang tidak mudah, namun apa yang pernah Dee katakan selalu saya jadikan motivasi diri. Bukan hanya di sisi menulis saja, saya juga menjadikan kalimat tersebut sebagai motivasi saya dalam hal lain, seperti olahraga, atau dalam hal perkerjaan di kantor. Tidak usah mikir seprofesional apa kita, tapi lakukan terus apa yang kamu suka dengan sebuah timeline yang teratur, pasti pada akhirnya akan melahirkan komitmen yang kuat, dan hal tersebut bisa membawamu ke sebuah goal yang kamu inginkan.