PETER DOHERTY – HAMBURG DEMONSTRATIONS

Bagi mereka yang sinical mungkin mereka perlu melihat track listing seorang Pete Doherty terlebih dahulu sebelum benar-benar menikmati album solo terbarunya setelah tujuh tahun ini “Hamburg Demonstrations”, dan kemudian baru bisa menilai bahwa seorang Doherty telah berusaha untuk membuat musik dengan kreatifitas yang baru, dan lebih serius. Keseriusannya bisa dilihat dari penulisan namanya di album ini yang menggunakan Peter Doherty, bukan lagi Pete Doherty.

Lahir dari keluarga militer pada 12 March 1979, di Hexham, Northumberland, Pete Doherty dikenal sebagai co-frontman dari kuartet The Libertines bersama partnernya Carl Barat, dan juga sebagai frontman band indie yang sempat ramai di kalangan muda-mudi Britania Raya sampai negara-negara bagian Amrik, Babyshambels. Dia memulai karirnya dengan menulis beberapa lagu bersama Barat setelah mereka memulai untuk tinggal bersama di London di akhir era 90an. Beberapa kali dia juga diketahui keluar masuk penjara karena beberapa issue, dan juga kabar mengenai rehabilitasi yang harus dijalaninya akibat kecanduannya terhadap heroin. Namun, di luar semua itu, Pete Doherty juga dikenal sebagai the most popular personality di antara generasi band-band indie rock’n’roll di awal tahun 2000an, bersama Julian Casablancas—The Strokes.

Seperti judul albumnya, single-single Doherty kali ini digarap di Hamburg, Jerman, bersama seorang producer bernama Johann Scheerer. Hamburg Demonstrations dibuka dengan single yang sudah tidak asing di channel-channel musik saat ini “Kolly Kibber” dan ditutup dengan satu single manis “She Is Far”. Di antara 11 lagu di Hamburg Demonstrations, ada satu lagu yang direkam ulang yaitu sebuah lagu yang pernah dikerjakan untuk tribute to Amy Winehouse tahun lalu dan dua versi dari single terakhirnya “I Don’t Love Anyone (But You’re Not Just Anyone)”.

Sebuah single berjudul “Hell To Pay At The Gates Of Heaven” berisi lirik yang cukup pedih “Come on boys you gotta choose your weapon, J-45 or AK-47, there’s hell to pay at the gates of heaven, And the whole show it comes tumbling down.” didedikasikan untuk aksi terorisme di Paris yang terjadi November lalu. Lirik tersebut juga mewakili pendapatnya bahwa ‘Music is a poignant tool of counter terrorism and the ultimate form of peace.

Setelah itu saya pribadi jatuh cinta pada single berjudul “Flags Of The Old Regime”, dari sisi musik seperti terdengar sendu dan melankolis, untuk sepintas suasanya seperti 505 milik Artic Monkeys. Sebuah lagu yang sebenarnya didedikasikan untuk teman lamanya Amy Winehouse yang meninggal secara tragis di tahun 2011 silam. Coba dengarkan paling tidak dua atau tiga kali pasti akan terasa kesedihan yang mendalam dalam lagu ini. Dan, ketika pada sampai lirik terakhir “Oh me, Amy, any, you won’t be coming down tonight” hal tersebut cukup membuat bulu kuduk merinding.

“Oily Boker” yang entah apakah memang seharusnya disandingkan bersama “Kolly Kibber” karena kedua single tersebut sudah ditulis saat dia juga sedang menulis album kedua dari The Libertines. “Oily Boker” dibuka dengan permainan harmonika kemudian disambung dengan alunan musik dengan tempo yang sederhana namun tetap bisa menyentuh.

Untuk saat ini Pete Doherty telah mengabarkan bahwa dirinya sudah bersih dan sehat setelah dia berhasil menjalani rehabilitasi terakhirnya di Januari 2015 lalu. Hal tersebut memang merupakan sesuatu yang baik. Beberapa orang beranggapan bahwa “memuja orang satu ini memang tidak selalu mudah, namun hal tersebut malah yang bisa membuat kita semua penasaran akan semua hal yang berkaitan dengan dia.”