LANEWAY FESTIVAL – SINGAPORE
Jadi, setelah beberapa tahun terakhir saya ‘ngidam’ sekali pergi ke Laneway Festival atau St. Jerome’s Laneway Festival, akhirnya tahun 2016 ini saya berkesampatan nonton di salah satu kota dimana Laneway Festival ini diselengegarakan, yaitu di Singapore. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Laneway Festival selalu diselenggarakan di berbagai kota di beberapa negara seperti Singapore, Auckland, Brisbane, Detroit, Sydney, Melbourne dan Fremantle. Sejak Laneway Festival pertama kali diadakan yaitu pada tahun 2005, Laneway Festival rutin diadakan di sekitaran awal tahun pada setiap tahunnya. Begitu pun pada tahun 2016 ini, Laneway Festival diadakan pada akhir bulan Januari. Cukup banyak band-band indie—edan yang tampil pada tahun ini seperti Chvrches, Beach House, The 1975, Flume, Metz, The Internet, Thundercat, Purity Ring, dan band-band besar lainnya. Bagi saya personal, saya sangat menantikan The 1975, Chvrches dan Beach House.
Pertama kali saya tahu tentang Laneway Festival, yaitu sekitar tahun 2011, pada waktu itu saya sedang suka-sukanya sama Two Door Cinema Club, and I got info from a friend kalau mereka akan manggung di Laneway Singapore. Pada tahun itu juga ada Foals, Local Native, Beach House, Gotye, Warpaint, dan masih banyak lainnya. Line up Laneway memang selalu gila. Tahun-tahun berikut line up Laneway bisa dibilang edan, seperti di tahun 2012 ada M83, Toro Y Moi, The Pains of Being Pure at Heart, Feist, sampai Siguros di tahun 2013, dan masih banyak lagi. Informasi lengkapnya bisa dilihat di website resmi Laneway.
As my first experience, finally, Laneway was super great like I’ve expected. The people, the bands, the venue, they were great and nice. Nine hours being there was my best nine hours I’ve ever felt. It was a bit tiring, but the venue was like a picnic place so we could lay down on the grass while the performance or the break. The 1975 is the band that I was waiting the most, and they were nuts. It felt like one of my dream has came through that day.
The 1975 membuka penampilannya dengan single The City secara apik. Hampir dua jam penuh kami yang berada di depan panggung disuguhkan dengan single-single asik The 1975, dan akhirnya ditutup dengan Sex, yang kebetulan merupakan lagu favorit saya. Setelah itu, Beach House tampil dengan panggung bersuasana gloomy, yang sangat cocok dengan lagu-lagu yang dibawakannya. Salah satu teman saya yang sangat ngefans dengan Beach House sampai nangis pada waktu itu. Semakin malam, band-band yang tampil semakin edan. Ada Grimes yang tampil energetic, kemudian dilanjutkan dengan Chvrces dan akhirnya Laneway Festival ditutup oleh Flume. Karena saya sudah kehabisan tenaga pada malam itu, saya hanya menikmati penampilan mereka dari belakang.
Beberapa foto di atas saya ambil dari akun instagram Laneway Festival SG. Semoga tahun depan Laneway Festival diisi dengan line up-line up yang lebih edan dan berbahaya. Sampai ketemu di Laneway Festival tahun depan, guys!