HIDUP ITU

Hidup itu, seperti makan bakso. Aku suka bakso plus mie kuning, kamu suka bakso telor sama bihun.

Hidup itu seperti makan di Solaria. Aku makan nasi goreng manis, kamu makan nasi goreng pedes.

Hidup itu seperti nonton film. Aku suka film action, kamu suka drama, dan horor.

Hidup itu seperti dengerin musik. Aku dengerin musik pop, kamu dengerin rock.

Hidup itu seperti game. Kita memilih karakter masing-masing, kalau sama gak seru.

Hidup itu seperti olahraga. Aku suka jogging kamu suka berenang.

Hidup itu seperti memakai sepatu. Aku suka sneakers kamu suka fantovel.

Hidup itu sesederhana memilih liburan. Aku suka ke gunung kamu suka ke pantai.

Hidup itu seperti beli handphone. Handphoneku Samsung, handphonemu iPhone.

Hidup itu seperti milih jurusan kuliah. Jurusanku IT, jurusanmu IT juga, kita sekelas.

Kita memang satu jurusan, tapi aku gak bisa maksa kamu makan nasi goreng manis.

Entah kenapa, saya orangnya sangat tidak suka disama-ratakan. Apalagi mencakup hal-hal yang berbau SARA. Terutama dalam hal keyakinan. I always think don’t you ever push someone else to be you, to be yours. We’re all different. Bahkan untuk dua manusia yang agamanya sama pun, itu masih bisa mempunyai beda pendapat di kepala mereka masing-masing. Keyakinan itu sangat personal, urusannya langsung antara satu manusia sama Tuhannya. Bukan manusia ke manusia-manusia baru ke Tuhannya. Bukan hanya tentang SARA, banyak hal-hal lain yang selalu terlihat dipaksakan. Stop judging people and stop thinking other people have to be the same as you are.