LALALA FEST X KODALINE

Berawal dari tweet pancingan dari official account Kodaline—@kodaline: “JAKARTA” di pertengahan Agustus kemarin, manusia-manusia pengagum band kuartet indie rock asal Irish ini pasti langsung heboh akan hal itu. Anggapan bahwa mereka akan datang ke Jakarta bisa dikatakan sudah di depan mata. Tinggal harus menunggu dengan sabar, sambil mendengarkan High Hopes yang diulang-ulang terus?

Dan ternyata semua anggapan dan harapan itu salah, bukan salah kali ya, hanya meleset sedikit. Sekitar satu dua minggu setelahnya terdengar kabar burung mengenai sebuah festival yang akan diadakan di Bandung, yaitu Lalala Festival dengan tema pine forest bertempat di Cikole, Lembang. It sounds good, and it is.

Sekalipun secara official dari sang penyelenggara acara belum menyebutkan tentang keikutsertaan Kodaline di barisan line-up Lalala Fest, beberapa orang sudah mendapat informasi tentang hal itu. Kodaline is going to Lalala Fest Bandung, and the previous tweet-thing should be another performance at Jakarta? Terlalu berlebihan.

Lalala Festival bertema “International Pine Forest Festival” diselenggarakan oleh THE GROUP Event Organizer Bandung bersama Urban Gigs. Menampilkan band-band besar baik international; dari Kodaline, Jasmine Thompson, Bag Raiders, Keith Ape, Weeked, Naxxos, MYMP dan local: Maliq & D’Essentials, Teza Sumendra, Kimokal, Float, Payung Teduh, HMGC, sampai Isyana Saravati.

Sabtu 5 November 2016 gelaran Lalala Fest berlangsung, dari siang hari pada waktu itu venue sudah mulai ramai. Sebenarnya masih ada yang dipertanyakan dari festival ini, karena merupakan pine forest festival pertama. Sesuai dari informasi panitia, gate dibuka pukul 12 siang. Kami sudah ada di Cikole sejak pukul setengah 12 dan ternyata setelah kami cukup lama mengantri, gate baru dibuka sekitar pukul setengah 2PM. Padahal pada waktu itu di jadwal seharusnya Teza Sumendra sudah main pukul 1PM.

Ada 3 panggung di Lalala Fest; Lalala Stage (main stage), Future Stage dan Nature Stage. Venuenya sendiri sebenarnya bisa dibilang cukup mengesankan, bisa dibayangkan hutan pinus dihias sekian rupa, indah, adem.

Selang beberapa menit, Teza Sumendra sudah mulai main di Lalala Stage. Masih belum cukup ramai di depan panggung, tapi juga tidak terlalu sepi. Sayangnya, baru beberapa lagu dimainkan, hujan deras turun dan sebagian penonton depan panggung mulai kabur mencari tempat teduh. Sampai Teza selesai manggung, hujan masih belum berhenti. Untungnya panitia sudah mulai membagikan mantel plastik untuk para penonton. Namun, bisa dibilang hujan turun pada waktu itu cukup lama, sampai pada jam yang seharusnya Isyana mulai main di Lalala Stage, masih belum ada tanda-tanda bahwa perform Isyana akan dimulai. Padahal beberapa penonton rela menunggu di depan panggung. Dan beberapa orang sudah mulai pindah ke Future Stage, saat itu harusnya HMGNC main disana. Jarak Lalala Stage ke Future Stage tidak terlalu jauh sebenarnya, tapi harus melalui track hutan, dan sudah pasti akibat hujan, venue berubah menjadi becek-becek lumpur. Ternyata di Future Stage juga sama, tidak ada tanda-tanda perform HMGNC akan dimulai. Yang paling disayangkan adalah dari tim panitia tidak ada pengantar apapun mengenai delay tersebut.

Sampai akhirnya sekitar pukul 4 sore hujan baru reda, dan acara kembali dilanjutkan. Sudah pasti tahu bahwa jadwal main jadi mundur beberapa jam. Bisa dibilang semua yang datang ke Lalala Fest pada waktu itu pasti menantikan satu band utama, Kodaline, yang secara jadwal akan main pukul setengah 11 malam, ditambah delay tersebut diperkirakan jika sesuai urutan jadwal, Kodaline baru akan main pukul 1 dini hari. You think?!

Kondisi venue setelah hujan deras bisa dibilang bencana besar, hutan setelah hujan ditambah riwa-riwi ribuan manusia-manusia di Cikole. Bayangkan wanita-wanita metro memakai gaun dengan high hills, atau bro-bro urban dengan berbagai macam sneakers (bahkan ada yang memakai Yeezy) berada di area lumpur di tengah hutan. Sepatu apapun disana pada waktu itu sudah tidak berwujud sepatu normal, namun beralih fungsi menjadi sepatu boots. Seriously EPIC!

Di luar itu semua, hal yang paling bisa menyenangkan hati adalah performa para line-up. Baik local maupun international, the performances, the crowd, di tengah hutan pinus, sudah pasti menjadi pengalaman yang menakjubkan. Yang kami sempat saksikan setelah itu ada HMGNC, Payung Teduh, MYMP, Bottle Smoker dan Float yang secara kebetulan manggung berurutan di Future Stage. Di Lalala Stage sempat kami mendengar Jasmine Thomson, Kalula dan Maliq & D’Essentials yang ternyata mereka main tidak sesuai urutan jadwal yang sebelumnya sudah dijadwalkan.

Satu hal yang sangat kami nantikan semua, sudah pasti, Kodaline. Kami semua rela bermain lumpur, basah kedinginan sampai malam hanya demi Kodaline. Dan ternyata, hal tersebut berdampak pada jam manggung Kodaline. Sekitar pukul sebelas malam seharusnya pada waktu itu masih ada Keith Ape dan Bag Raiders manggung terlebih dahulu, sebelum Kodaline. Dan surprisingly ternyata jadwal langsung diajukan dan Kodaline main pada saat itu juga. Yang ada di depan panggung Lalala Stage pasti sudah bahagia dengan hal itu, namun bagi beberapa orang yang ada di belakang, atau yang sedang ada di Future Stage atau bahkan bagi yang sedang santai menunggu sambil istirahat, pasti sangat merasa kecewa.

Kodaline membawakan single-single di kedua album mereka, dari Honest, Love Will Set You Free, The One, One Day, Brand New Day, High Hopes sampai All I Want dan beberapa lagu lainnya. Beberapa kali Steve mengatakan “Hello Bandung” atau “Apa kabar” yang disambut senyum bahagia bagi manusia-manusia yang ada disana pada waktu itu.

Over all, it was really really great performance.

Setelah Kodaline, seharusnya masih ada Bag Raiders dan Keith Ape, dan juga International Artists for Daft Punk Tribute. Namun bagi sebagian besar pasti sudah terlalu lelah untuk itu semua, termasuk kami yang langsung pulang setelah Kodaline selesai manggung.

See you on Lalala Festival next year!