RINDU ERK

Pertama kali gue tahu ERK masuk di line up di Synchronize Fest, feeling gue udah yakin Cholil sudah pasti akan pulang untuk acara sebesar ini. Belajar dari pengalaman sebelumnya, di Soundrenaline 2016 yang baru sekitar dua bulan yang lalu diadakan di Garuda Wisnu Kencana, Bali, yang secara tiba-tiba (dan diam-diam), team dari Soundrenaline berani memulangkan Cholil, pentolan ERK yang sedang melanjutkan study di Amerika. It shocked us all sebagai pendengar setia Efek Rumah Kaca, beruntung sekali mereka yang sudah dateng ke acara tersebut karena bisa menyaksikan band indie pop itu dengan formasi full! Di lain sisi, kami (termasuk gue) yang tidak sempat hadir, merasa sedih dan sedikit kecewa. Namun, untungnya karena kebaikan orang-orang kreatif yang ada di Gudang Sarinah, Pancoran, yang akhirnya mengadakan konser dadakan bertajuk “Tiba-tiba Suddenly Konser”, sehari setelahnya, di Jakarta.

Senin pagi waktu itu yang harusnya kepenatan mulai memasuki kepala, dari akun instagram Efek Rumah Kaca gue dikejutkan perihal konser dadakan tersebut. Sorenya gue langsung semangat untuk menuju Gudang Sarinah. Kemacetan Jakarta di sore hari di hari senin yang menurut mitos adalah versi nyata dari neraka dunia, gue kibas. Konser dadakan tersebut dijadwalin pukul 8 malam, dan gue yang selalu percaya diri dengan kemampuan mengukur waktu, sampailah gue di venue beberapa menit sebelum jam 8. Dan ternyata, antrian masuk udah panjang aja kek antri masuk DWP. Tiket masuk 50 ribu untuk konser di Gudang Sarinah menurut gue lumayan mahal, tapi ternyata tidak menjadi halangan bagi para manusia-manusia perindu ERK, atau Cholil?

Kekecewaan campur seneng gue saat itu menyatu, saat gue harus antri masuk sedangkan acara konser dadakan tersebut sudah mulai. Lagu pertama saat itu kalau gak salah Merah, atau lagu lain yang ada di Sinestesia. Mendengar lagu-lagu mereka dari luar dinyanyiin gue udah deg-degan saking kangennya gue sama mereka, gue merinding berkali-kali, ya mungkin orang lain bisa nganggap lebay, tapi ERK memang satu-satunya band Indo yang gue suka banget. Ditambah sebelum Cholil cabut dulu gue nganggep enteng untuk gak nonton mereka setiap mereka nge-gigs karena gue kira setelah Sinenstesia release mereka bakal sering manggung untuk promo album itu, dan ternyata gue salah, dari postingan temen di path gue tahu kalau ERK ngadain konser terakhir karena Cholil harus ke Amerika. Cholil gak ada berarti ERK juga ga ada, itulah yang kami tahu selama ini. Dan akhirnya gue bisa masuk setelah sekitar setengah jam gue antri desek-desekan, rasanya seneng banget! Setelah lama gue kangen ERK, akhirnya gue nonton mereka. Di akhir acara ERK nyanyiin Cinta Melulu dan Cholil diarak digotong sampai ke tengah, that was one of the best moment in life.

Minggu 31 Oktober, merupakan hari yang cukup melelahkan. Dari mulai pagi-pagi banget gue harus lari di Adidas Running Meet Up yang cukup nguras tenaga, harus lanjut ke Synchronize Fest siangnya. Sebenarnya ERK hari itu main malamnya, sekitar jam 10 malam, tapi , gue dateng cepet biar bisa sambil motoin band-band yang main karena di hari ke-3 Synchronize Fest lineup-nya keren-keren.

Sekitar jam 8 malam gue udah stand by di panggung tempat ERK main, kebetulan sebelum mereka ada Mocca jadi gue bisa nunggu sambil dengerin Arina nyanyi-nyanyi gemes. Arina selalu bisa membuat gue senyum-senyum sendiri dengan hal-hal manis yang keluar dari dirinya.

Schedule main band-band di Synchronize Fest menurut gue lumayan rapi, gue rasa tidak ada yang sampai telat lama, paling cuma beda sekitar lima menitan dari jadwal. Gue rasa Dyandra dan Demajors memang okay dalam hal organizing acara gedhe macam ini. Sekitar pukul 22.15 sesuai jadwal, para personel ERK sudah ada di pangung. Dan gue ternyata benar, ada Cholil! We were happy! Cholil disambut dengan sangat meriah, wajah-wajah seneng dan bahagia muncul dari kita semua yang nonton. That was a dope performance dan bagi gue malam itu merupakan malam yang sangat bisa bikin gue bahagia sampe mentok!