DUET MAUT [MIXTAPE]
Dilihat dari segi permusikan (tsaelaah), menurut gue manusia di bumi ini dibagi dalam dua golongan, yang pertama; manusia yang nganggep musik itu spesial, bahkan sebagian dari golongan manusia-manusia tersebut nganggep musik itu segalanya, they say they can’t live without music. Dan yang kedua; manusia yang nganggep musik itu biasa saja, gak lebih menarik dari upil yang ditempelin di bawah meja.
Gue suka musik, dan sebagai penikmat musik, bisa dikatakan gue dengerin segala jenis musik yang menurut gue enak untuk didengerin. Entah itu pop, rock, hardcore, folk, indo, barat, korea, timur tengah, baik mainstream atau indie, intinya yang menurut gue enak, gue dengerin. Dan memang musik indie rada sedikit melahirkan perhatian khusus di dalam diri gue, karena musik indie menurut gue selalu ada sisi edukatif di dalamnya.
Gue sangat meminimalisir rasa negative judgement gue terhadap musik. Di luar dari sisi teknis, menurut gue tidak ada musik jelek atau bagus, suatu musik mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Musik bagi gue lebih ke momentum. Musik A lebih cocok didengerin saat moment-moment bahagia, musik B cocok didengerin saat lagi sakit gigi. Musik mempunyai ruang tersendiri bagi pendegarnya.
Saat gue lagi kerja di kantor, gue paling gak bisa kalau kerja tanpa dengerin musik atau lagu. Dan gue biasanya punya playlist khusus, biar kerja terasa gak terlalu membosankan. Berikut salah satu playlist yang gue buat, beberapa lagu duet yang akhir-akhir ini lagi seneng gue dengerin, duet dalam maksud gue ada cowo dan cewe yang ngisi suaranya.
1. Need You Now — Lady Antebellum
Country group yang satu ini dibentuk di tahun 2006 di Nashville, Tennessee, berisikan 3 personel yaitu; Charles Kelley (lead and background vocals), Dave Haywood (background vocals, guitar, piano, mandolin) and Hillary Scott (lead and background vocals). Need You Know merupakan single andalan mereka yang menurut gue emang syahdu kalau didengerin ketika lagi kerja yang suasananya tenang, tidak terlalu berisik atau ketika lagi galau tengah malam.
2. A Song Of Us — Marcomarche
MarcoMarche merupakan duo band asal Jakarta yang sebenarnya pasangan kekasih, yaitu Asterina dan Duta. Band ini terbentuk di tahun 2013 dengan mengambil nama dua gitar kesayangan Asterina dan Duta sendiri sebagai nama band mereka, Marcomarche, yaitu Marco dari nama gitar Duta dan Marche dari nama gitar Asterina. Album debut mereka Warm House yang akhirnya dirilis di Februari 2015 berisi 9 tracks ajib, salah satunya A Song Of Us yang menjadi track favorit gue pribadi. Musik mereka hampir terdengar mirip seperti Kings of Convenience, tapi untungnya suara Asterina menjadi penyelamat dari kemiripan tersebut.
3. Ini Sementara — Christabel Annora (feat. Oneding)
Pertama kali gue denger kabar Christabel Annora atau wanita yang kerap disapa Ista ini ngeluarin album, gue sebagai bagian rakyat Malang Raya rasanya seneng banget. I saw her performance di beberapa gigs di Malang, dan menurut gue wanita satu ini cukup ciamik. Permainan piano dan suaranya yang merdu di album pertamanya yaitu Talking Days ini cukup membius gue melalui track pertamanya di album tersebut, yaitu coveran Desember dari Efek Rumah Kaca. Menelusuri satu-persatu dari track-track lagu di dalam Talking Days, gue nemuin satu track yang akhirnya menjadi spesial banget bagi gue, yaitu Ini Sementara, yang dibawakan bareng mas Oneding, musisi dari kota Malang juga. Ini Sementara benar-benar jadi salah satu track yang gue puter berulang-ulang dari album pertama Mbak Ista ini.
4. Peluk — Dewi Lestari (feat. Aqi Alexa)
Gue percaya kecintaan seseorang terhadap objek atau individu tertentu tidak hanya berdasarkan dari physical appearance saja. Salah satu buktinya gue alami sendiri pada kasus kegilaan gue terhadap Dewi Lestari. Dari awal gue mengenal dia dari book series Supernova yang akhirnya gue memutuskan untuk jatuh cinta sampe mampus pada wanita yang satu ini, padahal gue gak pernah tahu bagaimana wujud dari sosok Dewi Lestari. Kemudian dari waktu ke waktu, beberapa karyanya yang lain mulai gue kenal, dari novel-novelnya yang lain, dari film yang dibuat berdasarkan novel dia, sampai dengan karya musik yang sudah dia ciptakan. Peluk merupakan soundtrack dari film Rectoverso yang dibawakan bareng Aqi Alexa dan menurut gue Peluk sangat manis dan tidak akan pernah membosankan untuk didengarkan terus menerus.
5. Know How — Kings of Convenience (feat. Feist)
Duo asal Norway ini selalu berhasil menenangkan gue dengan lagu-lagu mereka yang bernuansa indie-pop-folk. Lagu-lagu mereka yang kebanyakan bertemakan oxymoron jika dilihat dari judul dan lirik-liriknya secara tidak langsung menunjukkan kejeniusan Erlend Øye dan Eirik Glambek Bøe dalam bermusik. Dua album favorit gue yaitu Riot on an Empty Street dan Declaration of Dependence cukup mengenalkan gue kepada mereka. Pada album Riot on an Empty Street terdapat dua track featuring Feist yaitu Know How dan The Build-Up, dan menurut gue Know How bisa menjadi obat yang cukup manjur jika didengarkan di sela-sela kepenatan jam kantor. Gue masih berharap suatu saat nanti bisa melihat langsung penampilan mereka di depan panggung.
6. Strange Is the Song in Our Conversation — Monkey to Millionaire
Band lahiran Indiefest 2008 ini sudah jarang terdengar kabarnya di telinga gue sekarang. Sang vocalist, si Wisnu malah beberapa kali gue temuin mengisi backing vocal Efek Rumah Kaca saat manggung. Kembali mengingat single pertama mereka Rules and Policy yang mengantarkan mereka menjadi salah satu finalist di Indiefest dan kemudian mereka mulai dikenal melalui album pertama mereka, Lantai Merah. Gue masih inget banget waktu masih kuliah nonton aksi mereka di pensi salah satu SMA di Malang, and that was dope. Track-track andalan mereka seperti Merah, Fakta dan Citra, Kiasan dan juga Strange is The Song in Our Conversation menjadi track-track favorit gue pribadi. Namun, selepas kepergian sang drummer Emir Kharsadi dari Monkey to Millionaire, beberapa pendengarnya mulai menghilang dan menurut gue penampilan panggung Monkey to Millionaire menjadi kurang greget. But still, Strange is The Song in Our Conversation masih sering gue dengerin di sela-sela kegiatan gue sehari-hari.
Okay, it’s a wrap! Berikut kalau kalian mau coba dengerin mixtape ini melalui spotify, silahkan didengarkan.
Have fun!